Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Rapat Sambil Merokok dan Main Game, Enaknya Menjadi DPR

Jumat, Mei 15, 2026 | Mei 15, 2026 WIB Last Updated 2026-05-15T15:41:37Z

 

Ilustrasi legislator main game sambil merokok saat rapat, Doc: Satire.id

Ada pekerjaan yang kalau dilakukan sambil main game tetap digaji penuh. Ada juga profesi yang meski sedang rapat soal penyakit campak, masih sempat nyalakan rokok, duduk santai, lalu jempolnya sibuk pencet-pencet layar seperti bocah warnet lagi push rank. Dan profesi itu bukan pemain e-sport. Tapi anggota DPRD.


Viralnya anggota DPRD di Jember yang kedapatan merokok sambil main game saat rapat pembahasan campak sebenarnya bukan sesuatu yang mengejutkan. Yang mengejutkan justru kalau ada rapat dewan yang isinya benar-benar fokus, serius, lalu pulang membawa solusi. Itu baru langka. Itu baru layak masuk berita.

Kita ini hidup di negara yang aneh. Rakyat kalau datang telat lima menit ke kantor bisa dipotong uang makan. Pegawai honorer disuruh disiplin, guru diminta profesional, mahasiswa telat absen langsung dianggap alfa. Tapi wakil rakyat? Mau merokok saat rapat, main game saat pembahasan penyakit, tetap terhormat. Tetap dipanggil “Yang terhormat” malah.

Memang enak menjadi DPR. Bayangkan. Saat masyarakat sedang khawatir soal campak, soal kesehatan anak-anak, soal pelayanan medis yang makin mahal, ada orang yang justru sibuk memenangkan pertandingan virtual. Entah Mobile Legends, Higgs Domino, atau mungkin cuma sedang panen koin. Yang jelas, fokus pikirannya bukan pada campak, tapi pada “Savage” dan “Victory”.

Ironisnya, rapat itu bukan sedang membahas hal receh. Campak bukan sekadar ruam merah di kulit anak kecil. Penyakit itu bisa memicu komplikasi serius. Tapi mungkin bagi sebagian anggota dewan, campak kalah penting dibanding sinyal internet yang stabil, sebatang rokok ditengah apitan jarinya menandakan bahwa campak tidak tampak bahaya baginya.

Hal begini sebenarnya sudah biasa, namun ekspresi publik masih sering kaget. “Lho kok bisa begitu?” Ya bisa lah. Kita terlalu sering memilih orang berdasarkan baliho terbesar, suara paling keras, atau karena kaos gratis dan konser dangdut saat kampanye. Setelah duduk di kursi empuk, ya jangan heran kalau sebagian merasa rapat itu cuma formalitas sebelum waktu makan siang.

Mungkin mereka berpikir, toh rakyat gampang lupa. Hari ini viral, minggu depan muncul kasus baru. Nanti timeline sibuk lagi membahas artis selingkuh atau harga cabai naik. Selesai.
Dan memang sering begitu. Makanya menjadi DPR itu kadang terasa nyaman sekali. Salah masih bisa klarifikasi. Ketahuan masih bisa senyum. Viral tinggal bilang, “Itu hanya sesaat.” Seolah rakyat harus memaklumi semuanya.

Padahal yang sedang dipertontonkan bukan sekadar orang main game. Tapi cara memandang amanah jabatan. Kalau rapat soal kesehatan masyarakat saja dianggap bisa sambil santai seperti nongkrong di warkop, lalu kapan mereka benar-benar serius? Mungkin setelah kamera mati. Atau mungkin memang tidak pernah.

Penulis: Robith Fahmi
×
Berita Terbaru Update